Minggu, 30 Desember 2012

Air Terjun Bidadari (Sebuah tempat wisata alternatif di dekat Jakarta. Tepatnya di daerah Sentul, Bogor)


Liburan akhir tahun ini, sengaja kami tidak keluar kota dan kami putuskan untuk mengunjungi lokasi wisata yang deket, tidak kena macet namun tetap exotis. Menempuh perjalanan dari Cikarang, Bekasi menuju lokasi Air Terjun Bidadari (dulu lebih dikenal sebagai Curung Bojongkoneng) tidaklah lama. Setelah keluar tol Sentul Selatan (ingat bukan yang ke Sirkuit ya...) kemudian ambil arah yang ke kiri. Agar tidak salah salah jalan, kami memutuskan untuk nanya ke seseorang dan di sarankan untuk mengikuti petunjuk arah Sentul Paradise Park (yang kemudian kami ketahui sebagai pengelola wahana Air Terjun Bidadari).

Perjalanan sejauh 15 KM dari Tol Sentul Selatan menuju lokasi terasa nyaman meskipun jalanan menanjak dan berkelok menyusuri jalanan yang menembus kampung demi kampung. Sesekali melewati pesepeda yang dengan gigih menapaki tanjakan demi tanjakan. Salut deh buat mereka...
Jalanan cukup mulus dan relatif sepi, dan sesekali mesthi pelan2 apabila berpapasan dengan mobil besar.
Dan jangan kuatir tersesat, karena banyak sekali petunjuk jalan "Sentul Paradise Park" disetiap pertigaan / perempatan jalan. Anda akan serasa dipandu sampai lokasi.

Sekitar 30 - 45 menit menikmati perjalanan yang nanjak dan meliuk-liuk, akhirnya kami sampai lokasi dengan membayar tiket masuk di gerbang terlebih dulu. Sebagai info, tiket masuk di hari Sabtu / Minggu  sebesar Rp. 20ribu, sedangkan untuk special day (seperti libur lebaran, akhir tahun) dikenakan tiket Rp 25ribu per orang (belum termasuk parkir kendaraan, sekitar Rp 10ribu).

Dari tempat parkir menuju lokasi Air Terjun Bidadari, kami perlu jalan kaki sekitar 300an meter melalui jalan turunan yang tajam. Namun baru berjalan sekitar 100an meter, air terjun sudah mengitip dan wow ! Amazing.....

Setelah 'browsing' tempat duduk untuk menaruh barang bawaan, (nah disini kami sarankan untuk membawa tikar / alas kalau tidak mau dikenakan biaya sewa tikar Rp 15ribu untuk durasi 3 jam). Dan akan lebih 'mantabs lagi' bila membawa perbekalan makan besar untuk disantap apalagi bila melewati jam makan siang. Karena lokasi warung yang cukup jauh dan menanjak dari lokasi air terjun, takutnya habis makan langsung laper lagi. he..he..he..

Dan puncak dari perjalanan ini, adalah ketika kami menuju kolam air terjun yang konon mencapai 40 meter tingginya dengan lebar sekitar 7 meter. Dari kejauhan sudah terasa dinginnya air terjun, karena percikan / hembusan air yang dipancarkan bisa mencapai puluhan meter dari pusat jatuhnya air, hrrrrrrr, duingiiin namun segar sekali.

Air yang mengalirpun sangat jernih, dan mengalir secara natural menuju sungai yang terlihat mengular bila dilihat dari kejauhan. Selain itu, air 'sengaja' dialirkan menuju kolam renang buatan yang cukup luas dan tidak terlalu dalam diseputar air terjun. Bagi yang membawa keluarga, bisa menyewa ban dengan tarif Rp 15ribu / Rp 10ribu.

Ini ceritaku, mana ceritamu.....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar